2013.
Best memories, karena di tahun itu, namaku pertama kali terdaftar di list peserta KPCI. Tahun 2013.
It’s my first chance, dan kesempatan terakhir pula.
That’s why, aku selalu cinta masa-masa itu. Sungguh nyesek, mengenang aku baru “ngeh” soal KPCI di tahun ini, tahun terakhir aku bisa ikut karena besok mah aku udah SMP dan KPCI itu khusus anak SD. Thanks Allah, aku bisa kepilih waktu itu hiks hiks. Alhamdulillah.
OK deh, sekarang, langsung saja ya ke cerita kenangan waktu itu...
Time machine, take me back!
Baik. Waktu itu, karena ini acara mewakili provinsi, mau nggak mau, aku dan guruku harus jauh-jauh dulu ke Semarang, konfirmasi ke provinsi. Kronologisnya–kata pendamping provinsi sana–itu, nanti semua peserta Jawa Tengah, berangkatnya bareng. Yang itu aku nggak peduli, lebih mikirin ke nanti aku naik pesawat.
Waktu di kantor provinsi, sih, aku udah ketemu beberapa kawan. Dari Purwokerto, Refi sama Annisa, mereka kategori Syair sama Pantun. Terus, ketemu perwakilan Solo; Hasna Haura sama Verdiana, kalo Hasna aku udah kenal karena udah bikin buku. Ada juga Yasmina Iffa, Savitri, Rachel, etc.
Skip saja, kamipun akhirnya terbang dan mendarat. It was really amazing to imagine I am boarding a plane and ALONE, in my first experience XD. Habis itu, naik bus bareng-bareng ke Twin Plaza Hotel, pertama masuk sih disambut bangunan ini nih,
Yah, itu lobi doang, sih wkwk. Akhirnya kami masuk ke ballroom, buat registrasi pendaftaran.
Eeee, rasanya tuh gimana, ya? Awesome banget lah, ngerek-ngerek koper sambil celingukan sok keren disitu. Apalagi pas sepanjang Bandara Ahmad Yani-Soekarno Hatta, tiap ada yang nanya, “Dek, mau kemana? Acara apaan?” dengan bangganya kami jawab, “Jakarta, Konferensi Penulis Cilik Indonesia.” (huahaha yang ngusulin jawab lantang, aku sih)
Terus, aku dapet kamar 610, lantai enam. Disana ada..dua kawan baru yang belum kukenal :)) jadi, setidaknya aku dapat temen baru.
Zahra Syifa'un Nisa, Jambi, Cerpen Pemula (kayak aku). sama Nuramalal Husna, Riau, Dongeng. Hehehe berarti cuma aku ya, yang dari Jawa.
Oh iya, sebelum masuk kamar tuh, di depan kamar 612, aku lihat orang ini nih,
Mungkin kamu kenal karena dia kan, tenar tuh, wkwk. Yep, Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah! Dia satu tahun lebih muda daripad aku.
Waktu itu aku manggil dia 'Sumpit’ karena kebudekanku waktu dia nyebutin nama, dan karena itu lucu.
Terus selanjutnya, asal-usul aku ketemu sahabatku itu, waktu aku lagi jalan-jalan di sekitar kamar hotel. Aku ngikutin Syifa, karena nggak tahu mau kemana :'v waktu balik ke kamar, di depan ada dua orang pake jilbab semua, dan tinggi-tinggi.
Lagi nginterogasi pintu kamar 610 yang tak bersalah.
Waktu aku deketin… “Meiza ya?”
“Iya. Yasmin Faradisi, bukan?”
WAKHHH TERNYATA IYA MASA!!! Hiks bahagia banget. Terus 'si yang satu lagi’–yang paling tinggi, teriak-teriak heboh waktu tau diriku ini aku. Salsabila Amanda, penulis yang bukunya pernah kubaca meski cuma nebeng temen.
Huaaaa, sejak itu, aku main ke kamar mereka di lantai tujuh. Oke, mereka sekamar dan aku iri.
Beberapa jam kemudian, Yasmin mau mandi dan aku masih main sama Elsa di kamar mereka. Tiba-tiba, sahabatku satu lagi yang dari Medan, Hafizoh, MUNCUL DI DEPAN KAMI COBAAA!!!
Dan lengkaplah YaMaHa ditambah arek Bali. Tinggal nunggu Aning.
Menghabiskan waktu sore, kami makan bareng di dinning room. Bertiga. Soalnya Elsa menghilang entah kemana. Dan disana, kami ribut manggil-manggil kawan Facebook yang pernah kami kenal. Misalnya Tika, Ayesha, dan lain-lain.
Pukul tujuh malam, acara pembukaan. Prasetyaning Hutami yang kami tunggu (semoga orangnya nggak baca sih dia geeran soalnya :v) akhirnya datang sama Salwa Yumna Soyu, dari Lampung juga, meski telat karena macet (read: nyasar).
Pukul 7 malam, kami semua kumpul di ballroom utama untuk acara pembukaan.
Rame banget nggak, sih? Hehehe. Habis itu, kami pulang ke kamar masing-masing dan tidur.
#Day2
Breakfast, terus kami langsung pada ke ballroom. Dapet pengarahan, habis itu lombaaaa.
Ruangannya terpisah. Yang cerpen, tetap di ballroom. Sementara pantun, syair, dan dongeng, pada disuruh mencar tapi aku nggak tahu ke mana.
Aku duduk di barisan puaaaaaling depan. Kiriku Hafizoh, kananku Yasmin. Sebelahnya Yasmin ada Aning. Buat lomba cerpennya, kategori penulis sama pemula dibedakan, meskipun temanya sama-sama tentang laut.
Awalnya, aku beneran panik karena belum dapet ide, apalagi orang-orang di sekelilingku udah pada mulai nulis. Akhirnya aku paksain dan dapet ide asal-asalan. Ah Bismillah, gimanapun hasilnya nanti at least I try wkwkwk.
Selesai juga. Kami dapat coffe break, terus disuruh balik lagi nanti pukul empat sore buat workshop. Ada workshop komik sama cerita misteri. Jadi kita kayak ambil undian gitu, nanti ada dua pilihan. Syukurlah aku sama sobat-sobat deketku, dapet komik semua tapi...
AKU TELAT DATENGNYA!!!
Hiks panik, tapi ada Tsabitah Aristawati alias TataStar yang telat juga–dan ngerasa dirinya gak telat (Okelah terserah anda saja). Masalahnya, Tata yang telat bisa gambar cepet dan bagus banget karena kayaknya dia memang jago gambar, sedangkan aku kan enggak.
Selesai workshop, kami kedatangan kakak-kakak fasilitator alias penulis-penulis remaja yang kece dan udah pada senior. Ih gila, seneng banget ketemu merekaaaaaa. Kakak-kakak fasil menyebar ke tiap kelompok, dan kelompokku berkesempatan difasilitatori sama Kak Shara XD
Kenal, kan? Kak Wanda Amira Mayshara itu, lho!
Setelah mentoring tentang menulis, aku langsung lari-lari demi dapetin tanda tangan kakak-kakak fasilitator yang lain wkwkwk.
Habis itu, agenda kami adalah small group, diskusi tiap kelompok dan pembagian komisi. Aku di Kelompok 9, bareng Afifah, Refi, Annisa, Nabiela, Ega, Arthur, Fatih, dll. Itu artinya, aku masuk Komisi D, karena komisi D itu semua anggota kelompok 9 sama 10 kalau gak salah. Eh, kelompok 8 masuk juga nggak ya? Hmmm, inget-inget dulu...
...masuk gak sih?!..
..Ah lupa..
Yah, beneran deh, lupa :’)
Ya udah, gitu deh. Nah perkomisi suruh kumpul, bikin kelompok-kelompok kecil, dipecah, bebas siapa saja anggotanya. Aku pun bikin kelompok sama teman-teman yang duduk di dekatku. Lupa siapa aja, ingetnya cuma ada Hafizoh sama Najma doang.
Disitu, karena komisi D suruh bikin argumen dan mengutarakan pendapat gitu, tentang penerbit, jadi kami discuss deh. Nah, kebetulan aku jadi sekretaris komisi kecil itu gara-gara Hafizoh bilang, “Meiza aja yang catat. Tulisannya cantik!” asdfghjkl. Setiap kelompok kecil itu, suruh ngajuin perwakilan satu orang. Setiap perwakilan itu, nanti dipilih buat diajuin ke daftar delegasi ketua KPCI 2013.
Dan yang kepilih Fatih!!!
Anak yang errrrrrrrrrrrrrrwhhhhhhhhhhhhh GILA REWELLL. Agak ngeselin sih, asli, soalnya dia teman sekelompokku dan aku tahu rasa asam-pahitnya diskusi sama dia. (Wah Fatih, kalau baca ini jangan marah ya, hehe.)
Nah, habis itu, barulah kita sidang pemilihan Ketua KPCI 2013. Tiap delegasi menyampaikan pidatonya dan seingatku, dari Komisi A ada Kaffi, Komisi B ada Sumpit Rafid, Komisi C ada Bintang Nurul, terus Komisi D... ya itu si Fatih.
Setelah mereka nyampein visi misi masing-masing, kami dikasih kertas buat milih satu nama. Aku bingung antara milih Rafid sama Bintang, tapi akhirnya aku pilih salah satu dari mereka hwahaha *YAIYALAH.
#Day3
Kami pergi ke Gedung Kemendikbud, di sana agendanya pengumuman. Satu bus itu, untuk satu komisi. Berhubung aku sama Hafizoh di Komisi D, jadi kami duduk bareng di bus YEAY.
Okelah, akhirnya kami sampai di Gedung Kemendikbud, di mana ada panggung yang super gede mewah dan kami harus jaga tata krama bahkan untuk jalan dan duduk pun diajarin caranya :v
Seusai sambutan dari Pak Menteri, Ibu CEO MIZAN, sama pertunjukan tari, akhirnya kakak-kakak sukses bikin kita gelisah sama yang namanya Pengumuman Pemenang.
Hmmm... Tapi bagiku sih enggak, karena... jujur ya waktu itu aku ngerasa impossible menang karena cerpenku super-duper-abal-abal-aduh-gila-banget, dan bagiku, ikut KPCI ini udah penghargaan yang bikin rasa bahagiaku tak tertandingi.
Tapi,
aku dipanggil Kak Rizky. Dan aku diajak ke belakang, sama beberapa teman-teman disana. Ada Ayesha, seingatku. Terus, ya… kami suruh duduk di barisan depan, I don’t know why.
Ternyata, tahu gak, waktu nama Ayesha dipanggil jadi pemenang ketiga lomba cerpen penulis, aku sedikit iri. Ayesha kan tahun lalu udah, keren banget lah masa sekarang bisa menang lagi?
Tapi ternyata Allah langsung menghapus rasa iriku dengan,
“Juara Kedua, kategori Penulis Pemula.. Meiza Maulida, Jawa Tengah.”
Spechless? BANGET. Tapi aku langsung disuruh maju, berdiri di samping Juara 2 kategori penulis, Intan Nurhaliza, dan senyum sksd ke dia wkwk.
Waktu turun, banyak kawan yang ngucapin selamat, termasuk Hafizoh, Yasmin, dll. Nah, habis pengumuman, Rafid yang kepilih jadi Ketua KPCI 2013, membacakan deklarasi KPCI. Habis itu, kami balik ke bus buat... continue the trip KE KIDZANIAAAAAA!
Skip, di KidZania.
Karena banyaknya orang dan susah bagi kami buat nyari satu-satu, akhirnya setelah ngantri lama, aku, Hafizoh, Aning pun masuk bareng. Yasmin sama Elsa entah kemana, tapi gak apa-apalah.
Setelah dapetin kidzos (mata uang di KidZania), kami langsung nyerbu satu arena profesi. Coba tebak? Yah, ini ide Aning, sih, sebenernya; pengelap kaca. Singkat cerita, kami jadi petugas yang kerjanya ngelap kaca gedung-gedung yang tinggi itu, jadi otomatis kami diangkat sebuah alat, terus pas kami diatas, pasukan pawai KPCI pada lewat ngetawain :’ ah biarin deh, terus disitu ada Yasmin lagi! Pada ngakak lihat ulah kami bertiga -_-
Abis itu, kami jualan roti keliling-keliling. Kayak orang gila, tapi biarin :'v Apalagi waktu Aning ngejar-ngejar satu anak yang beli, tapi uang kembaliannya belom diambil XD
Tadinya, aku pingin nyoba semua arena, tapi waktunya nggak cukup. Makanya setelah komplit, kami (aku, Aning, Hafizoh, Yasmin, terus tambahan Vivi sama Nadia Putri) pergi ke Kantor Kompas. Jadi pencari berita. Kami ngewawancarain pembuat roti. Selesai.
Habis itu, kami pergi ke Laboraturium Yakult dan disana super gila-gilaan. Kakak-kakak penjaganya sampe pusing, berhubung kita semua juga gila :'v
Awalnya, meneliti kuman pakai mikroskop. Kumanku gak kelihatan, karena aku sebelumnya utak-atik tuh mikroskopnya haha. Abis itu, kami dikenalin ini itu tentang Yakult, lewat tayangan televisi. Pas kakak penjaganya nanya, “Siapa penemu Yakult?”
Ada seseorang yang jawab lantang, “Prasetyaning Hutami!” nggak lain nggak bukan adalah pemilik nama itu sendiri.
Petualangan di KidZania pun berakhir. Habis shalat Maghrib, kami balik ke hotel, yeah, meski macet 2 jam (kata Hafizoh) di jalan.
Oke, malemnya pun diumumin juara harapan di ballroom, dan dateng Kak Sri Izzati jadi bintang tamu sama permainan biolanya. Selesai itu, lampu ballroom dimatiin dan aku masih nggak sadar ada apa. Sampai Kak Benny ambil alih mik, dan lagu Bunda diputer, aku baru tahu kalau ternyata ada renungan malam juga.
Sip, banyak yang nangis, termasuk yang nulis. Terus, suatu pengalaman tersendiri perihal aku bolak-balik nyariin Syifa yang megang kunci kamar, dan enggak ketemu-ketemu. Coba deh bayangin, gimana rasanya kalau jam setengah dua belas malem kamu keliaran di lift sama di tangga darurat sendirian!
Akhirnya, aku ngungsi ke kamarnya Hafizoh.
#Day4
Huaaaa, pulang.
Dan begitulah kisahnya. Enggak akan aku lupakan. Dari KPCI juga, aku bisa ketemu secara langsung sama YaMaHa, dan bahkan bikin grup namanya Geng Jahil bareng Yasmin, Hafizoh, Aning, and Elsa.
Waktu akhir, aku ngasih kenang-kenangan ke Hafizoh sama Yasmin... niatnya, tapi sayang banget Yasminnya keburu pulang duluan. Hiks.
Overall, this is A GREAT-BIG MEMORY. Thank You Allah and guys for the memories :D




No comments:
Post a Comment